KIPRAH ALAWIYIN DALAM SYIAR ISLAM DI INDONESIA V

Nizla Fatimah Mantiri 13 Desember jam 6:41 BalasLaporkan

AL IMAM AHMAD AL-MUHAJIR

Imam Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain As-Sabith bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra adalah dzurriyat (keturunan) Nabi saw yang lahir pada tahun 260 H/ 872 M dan berhijrah dari Basrah, Baghdad, Iraq, menuju ke Husaisah, Hadramaut, Yaman pada abad ke 4 Hijriah. Gelar Al-Muhajir disematkan atas dirinya lantaran kemampuannya mengikuti tradisi para nabi, rasul dan sahabat yaitu berhijrah.
Beliau memilih Hadramaut sebuah negeri miskin yang tandus sebagai tempat hijrahnya, demi untuk menyelamatkan akidah dan agamanya.

Pada saat itu (abad ke 4 Hijriah), merupakan masa yang paling gelap dalam sejarah Islam. Di kalangan muslimin, umat terpecah belah menjadi beberapa kelompok, diantaranya: Sunnah, Syiah, Khawarij, Mu’tazilah (Faham Rasionalisme pertama dalam Islam) dan lain – lainnya. Belum lagi datangnya kelompok Zanji (Komunitas budak kulit hitam asal Afrika) di kota Bashrah yang menjarah dan banyak menimbulkan kekacauan di segala bidang. Ditambah pula dengan tekanan politik dari rezim Abbasiyah kepada dzuriyyat Nabi Muhammad saw.

Dalam keadaan seperti itulah, Al Imam Ahmad Al Muhajir meninggalkan tanah kelahirannya untuk menyelamatkan akidahnya, serta bagi generasi keturunan berikutnya. Turut beserta beliau 70 orang anggota keluarganya termasuk istrinya, Syarifah Zainab binti Abdullah bin Al Hasan bin Ali Al-Uraidhi, dan puteranya Ubaidillah.

Ketika masuk ke Hadramaut, beliau menggunakan metode dakwah dengan akhlak yang lembut dan luwes. Beliau meneladani ilmu kaum sufi yang mulia akan adabnya.

Menurut sumber sejarah yang shahih, dikatakan bahwa madzhab Khawarij merupakan madzhab yang paling banyak dianut masyarakat di Hadramaut kala itu. Mereka saling berebut pengaruh dengan kelompok Zaidiyah (Penganut Syiah yang ajarannya mendekati Ahlussunnah).
Namun dengan keluasan ilmu, akhlak yang lembut, dan keberanian Al Imam Ahmad Al Muhajir beliau berhasil mengajak para pengikut Khawarij untuk menganut madzhab Syafi’i dalam fiqih dan Ahlus Sunnah wal jama’ah dalam akidah. Tidak sedikit dari kaum Khawarij yang dulunya bersifat brutal, akhirnya menyatakan taubat di hadapan beliau. Dan sebelum abad 7 H berakhir, madzhab Khawarij telah terhapus secara menyeluruh dari Hadramaut, dan Madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah diterima oleh seluruh penduduknya. Imam Ahmad Al-Muhajir wafat pada tahun 345H/956 M, makamnya dapat kita temukan dikota Husaisah, Hadramaut, Yaman.

Di Hadramaut kini, akidah dan madzhab Imam Al Muhajir yang adalah Sunni Syafi’i, terus berkembang sampai sekarang, dan Hadramaut menjadi kiblat kaum sunni yang “ideal” terutama bagi kaum Alawiyin, karena kemutawatiran sanad serta kemurnian agama dan aqidahnya. Ini dapat dilihat bagaimana amalan mereka dalam bidang ibadah, yang tetap berpegang pada madzhab Syafi’i, seperti pengaruh yang telah mereka tinggalkan di Nusantara ini.

Dari Hadramaut inilah, anak cucu Imam Al Muhajir menjadi pelopor dakwah Islam sampai ke “ufuk Timur”, seperti di daratan India, kepulauan Melayu dan Indonesia. Para Alawiyin ini sampai kini masih terus berdakwah membimbing ummat di bumi Indonesia seperti Al Hamid, As Saggaf , Al Habsy dan As Syathiry, Assegaf : Al Aydrus, Al Attas, Al Muhdhor, Al Haddad, Al Jufri, Al Basyaiban, Al Baharun, Al Jamalullail, Bin Syihab, Al Hadi, Al Banahsan, Bin Syaikh Abu Bakar, Al Haddad, Bin Jindan, Al Musawa, Al Maulachila, Al Mauladdawilah, Bin Yahya, Al Hinduan, Al Aidid, Al Ba’bud, Al Qadri, Bin Syahab. Mereka menyebar ke pedalaman – pedalaman Kalimantan, Sulawesi, NTT dan Papua. Juga sampai ke Afrika seperti Ethopia hingga kepulauan Madagaskar. Mereka rela berjuang dan berdakwah dengan kelembutan tanpa senjata , tanpa kekerasan, tanpa pasukan, tetapi mereka datang dengan kedamaian dan kebaikan. Dalam berdakwah, mereka tidak pernah bergeser dari asas keyakinannya yang berdasar Al Qur’an, As Sunnah, Ijma dan Qiyas.

BERSAMBUNG
SYEKH MAULANA AHMAD JUMADIL QUBRA…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: