ASAL MULA NAMA INDONESIA

Nizla Fatimah Mantiri 21 November jam 18:26 BalasLaporkan
Kata Indonesia berasal dari kata Latin, ’indus’ yang berarti Hindia dan kata Yunani ’nesos’ yang berarti pulau, ’nesioi’ (jamak) berarti pulau-pulau. Dengan demikian, kata ’Indonesia’ berarti pulau-pulau Hindia.
Indonesia juga dikenal dengan sebutan Nusantara. Kata Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu ’nusa’ yang berarti pulau dan ’antara’ yang berarti hubungan. Jadi, ’Nusantara’ berarti rangkaian pulau-pulau. 

Sebelum nama Indonesia digunakan, dahulu kawasan kepulauan dari Sabang sampai Merauke ini dikenal dengan banyak nama. Bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini dengan Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Kemudian dalam berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini dengan Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara(luar, seberang). Sedangkan bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Selain itu dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah (Sumatera), Sholibis (Pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda). Ketika bangsa Eropa mulai masuk ke wilayah Asia, mereka memberi nama Hindia. Saat itu mereka menyebut Indonesia dengan nama Indische Archipel (Kepualuan Hindia).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan untuk kawasan ini adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda atau Hindia yang milik Belanda), sedangkan pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945 negara kita disebut dengan istilah To-Indo (Hindia Timur).

Dalam JIAEA Volume IV, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago (“Etnologi dari Kepulauan Hindia”) pada tahun 1850. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago (“Kepulauan Hindia”) terlalu panjang dan membingungkan. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
“….. Saya lebih suka istilah geografis murni “Indonesia”, yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia”

Pada tahun 1862 istilah Indonesia digunakan oleh orang Inggris bemama Maxwell dalam karangannya berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) dalam hubungannya dengan ilmu bumi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu) sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan ini pada tahun 1864-1880. Buku Bastian inilah yang mempopulerkan istilah ‘Indonesia’ di kalangan sarjana Belanda.

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu ‘Insulinde’, yang artinya Kepulauan Hindia

Di Belanda, pada masa pergerakan seorang pribumi Indonesia yang mula-mula menggunakan istilah ’Indonesia’ adalah Suwardi Suryadiningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan ‘Indonesiër’ (orang Indonesia).
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Sedangkan di Indonesia Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk Kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama ‘Indonesia’.

Akhirnya nama ’Indonesia’ dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa, dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Sayangnya, sampai Belanda kalah dari Jepang, Belanda tidak pernah mengakui nama ‘Indonesia’. Bahkan nama Hindia Belanda masih kerap digunakan oleh dunia Internasional saat pendudukan Jepang.

SELESAI
Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: