SEKITAR KITA (yang belum jujur terungkap) Serat Kidung Rumekso Ing Wengi

Nizla Fatimah Mantiri 18 Oktober jam 19:40 BalasLaporkan

Serat Kidung Rumekso Ing Wengi

Kidung ciptaan Sunan Kalijaga ini, sarat dengan nilai2 Islami. Bagi orang suku Jawa, kidung ini dianggap semacam doa tolak bala utk terhindar dari segala bahaya

Diriwayatkan bahwa Kidung yg terdapat dalam serat riwayat jati ini tidak dapat berjalan tanpa menggunakan laku (lakon/tirakat). Dalam mempraktekannya disarankan oleh para pelakon Kidung adalah dengan puasa, dimana setiap tembang/kidung dalam aturan ilmu jawa adalah memerlukan “tukon” alias tirakat, maka tidaklah mudah dalam menggunakan Kidung ini.

Ditambahkan lagi bahwa pembacaan Kidung ini sebaiknya tepat pada jam 12 malam ketika alam dalam keadaan sunyi. Kidung ini kekuatannya terdapat dalam daya magis alunan kidungnya, makanya tidak bisa asal membacanya.

Wallahualam bi sowab

Kidung Rumekso Ing Wengi (terjemahannya)

Ada kidung rumekso ing wengi.
Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit.
Terbebas dari segala petaka.
Jin dan setanpun tidak mau.
Segala jenis sihir tidak berani.
Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir.
Api menjadi air.
Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.

Semua penyakit pulang ketempat asalnya.
Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih.
Semua senjata tidak mengena.
Bagaikan kapuk jatuh dibesi.
Segenap racun menjadi tawar.
Binatang buas menjadi jinak.
Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.

Kandangnya semua badak.
Meski batu dan laut mengering.
Pada akhirnya semua slamat.
Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan.
Hatiku Adam dan otakku nabi Sis.
Ucapanku adalah nabi Musa.

Nafasku nabi Isa yang teramat mulia.
Nabi Yakub pendengaranku.
Nabi Daud menjadi suaraku.
Nabi Ibrahim sebagai nyawaku.
Nabi sulaiman menjadi kesaktianku.
Nabi Yusuf menjadi rupaku.
Nabi Idris menjadi rupaku.
Ali sebagai kulitku.
Abubakar darahku dan Umar dagingku.
Sedangkan Usman sebagai tulangku.

Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia.
Siti fatimah sebagai kekuatan badanku.
Nanti nabi Ayub ada didalam ususku.
Nabi Nuh didalam jantungku.
Nabi Yunus didalam otakku.
Mataku ialah Nabi Muhamad.
Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa.
Maka lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: