ISLAM DI NEGARA ASAL AGAMA LAIN

Nizla Fatimah Mantiri 07 November jam 11:16 BalasLaporkan

Sebagai seorang muslimah saya tergelitik untuk mengintip perkembangan Islam di negara yang mayoritas penduduknya non-muslim. Tulisan dibawah ini adalah gambaran perkembangan Islam khususnya di Negara yang merupakan cikalbakal atau pusat kegiatan agama yang non-muslim, seperti; Italia-Katolik, Jerman-Protestan, India-Hindu dan Budha, RRC-Kong Hu Chu. Selamat membaca dan semoga bermanfaat…

Islam di Italia

Negara Italia terletak di benua Eropa bagian selatan. Italia adalah pusat kebudayaan Eropa dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik. Negara ini merupakan pusat Agama Katolik dunia dengan pusatnya di Vatikan dikenal dengan Agama Tahta Suci Vatikan.
Italia mempunyai sejarah yang sangat panjang. Dahulu di sinilah terdapat kerajaan Romawi pemuja para Dewa sampai Byzantium yang menganut Kristen. Berbagai bangunan tua masih menyisakan sisa-sisa kebesaran kerajaan Romawi, yang tersebar masih dapat kita saksikan, mulai dari kota Roma, ibukota Italia, hingga ke kota Venesia, Napoli, dan kota kecil Pisa.
Pasukan Muslim yang berasal dari Afrika utara tercatat pernah menguasai kepulauan Sisilia sampai ekspedisi ke Italia utara pada abad ke 8. Bahkan sampai ke kota Roma. Gereja terbesar umat Katolik, Santo Petrus pernah terkuasai, namun tak diambil alih. Pengaruh Islam di pulau Sisilia dan Italia sangat terasa sampai sekarang. Bangunan dan benteng peninggalan pasukan muslim di Italia masih berdiri dan sekarang menjadi tempat pariwisata. Selama invasi tersebut Islam banyak memberikan kontribusi bagi kebudayaan Eropa berupa ilmu pengetahuan, seni, sastra, arsitektur dan ilmu pengetahuan lainnya.

900 tahun kemudian, invasi Islam pun dilakukan kembali ke negara itu. Pertama kali mereka menginjakkan kaki di kota Mazzara del Vallo tahun 1960. Mereka adalah para pekerja, pedagang dan pelajar yang merupakan para imigran modern. Seperti pendahulunya, mereka membawa Syiar Islam ke negeri pizza itu. Kebanyakan mereka tinggal di pulau Sisilia, Roma, Milan, Turin dan kota-kota besar lainnya. Gelombang imigran muslim pun terus bertambah dan mereka berbaur dengan masyarakat setempat. Kebanyakan pemeluk agama Islam adalah kaum pendatang, dari negara-negara Afrika Bagian Utara seperti; Maroko, Aljazair, dan Tunisia, dan Asia, seperti; Albania, Bosnia, Turki, Arab, Pakistan, Malaysia dan Indonesia.

Masjid dan Musholla bertumbuhan, organisasi Islam bermunculan dan mulai berani bersuara, sekolah Islam dan toko makanan halal mulai banyak berdiri. Jumlah Masjid bertambah dari 16 menjadi 400 buah lebih hanya dalam jangka waktu 16 tahun. Syiar Islam pun menyebar dengan pesat. Sampai sekarang, di kota-kota besar dengan mudah kita dapat menjumpai muslimah berjilbab dan warga muslim di jalan-jalan atau di tempat umum lainnya.

Muslim Italia tak luput dari dampak peristiwa 11 September. Kekerasan terhadap warga muslim, kampanye anti Islam dan Islamphobia pun tak terhindarkan seperti yang terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika. Namun setelah kejadian tersebut, Al Quran terjemahan bahasa Italia masuk ke dalam daftar buku terlaris di negeri itu. Masjid-masjid di sana mengadakan dialog antara umat dan pemimpin agama. Masjid banyak dikunjungi oleh warga non muslim yang ingin tahu lebih jauh dengan Islam. Jumlah mualaf pun makin meningkat pesat.

Islam tidak secara formal diperkenalkan oleh negara di Italia walau menjadi agama terbesar kedua setelah Katolik. Hanya dalam beberapa tahun saja jumlah pemeluk Islam di Italia meningkat sampai dua kali lipat. Sampai saat ini jumlah kaum muslim di sana berjumlah sekitar 1,4 juta jiwa. Memang sangat mengejutkan karena ternyata Islam dapat tumbuh dengan sangat pesat di negara yang sangat Katolik ini. Dan sekarang Islam adalah agama terbesar kedua di Italia. Pertumbuhan inilah yang membuat gentar banyak kalangan di Eropa.

Kesuksesan besar ini makin terlihat ketika para muallaf asli Italia berkerja sama dengan kedutaan Maroko, Arab Saudi dan kaum muslim lainya membangun sebuah masjid raya di kota Roma. Sekarang Masjid dan Islamic Center yang didirikan pada tahun 1984 ini telah berdiri dengan kokoh di ibu kota Italia itu. Masjid ini bernama Mosque De Roma, atau Masjid Roma yang pada tanggal 21 Juni 1995 diresmikan penggunaannya. Terletak di kawasan yang tenang, di tengah kota Roma bernama Parioli, Monta Antena, Masjid Roma merupakan masjid terbesar di Eropa.

Islam di Jerman …

Sebenarnya Islam sudah dikenal oleh bangsa Jerman sejak zaman pendudukan Kekhalifahan Islam di Spanyol. Pada saat itulah kekuasaan dan kemajuan dunia Islam disegani oleh bangsa-bangsa Eropa. Andalusia dijadikan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dibawah Kekhalifahan Islam. Ekspansi dan kemajuan besar-besaran Kekhalifahan Islam baik dibidang politik, ekonomi, budaya, dan ilmu pengetahuan jauh melampaui bangsa Eropa. Pada zaman perang salib, peperangan terjadi antara kaum muslim dengan bangsa Eropa, terutama Perancis, Jerman dan Inggris. Setelah perang salib berakhir, toleransi antar agama dan kebudayaan pun berlangsung. Di saat itulah bangsa Eropa termasuk Jerman mulai mengenal lebih jauh tentang Islam.

Sastrawan nomor satu di Jerman, Wolfgang von Goethe, adalah seorang pengagum Muhammad saw. Von Goethe memasukan ajaran-ajaran islam pada hasil karyanya. Tulisan basmallah pun menghiasi buku-buku yang dibuatnya. Pada akhir khayatnya beliau mengucapkan dua kalimat syahadat.

Pada saat Perang Dunia Pertama, Jerman bersekutu dengan tentara muslim dari Kekhalifahan Turki. Hal ini membuat komunitas muslim di Jerman bertambah banyak dan makin menguatkan eksistensinya. Lembaga Muslim Jerman sudah berdiri pada tahun 1930. Antara 1933 dan 1945, tercatat lebih dari tiga ribu warga Jerman beragama Islam, dan tiga ratus di antaranya berdarah etnis Jerman.

Sayangnya, pada saat kepemimpinan Hitler dan perang dunia kedua, umat islam terpecah-pecah. Kebebasan beribadah terancam. Sebagian umat islam pergi melarikan diri ke negara balkan. Setelah perang dunia kedua berakhir dengan kekalahan besar yang didapatkan Jerman, hubungan antara Jerman dan umat islam kembali terjalin. Keberadaan Islam di Jerman meningkat pada tahun 1960-an.

Akibat perang dunia, negara Jerman hancur berantakan. Jerman membutuhkan banyak tenaga kerja. Para pekerja berdatangan dari Italia, Turki dan Eropa Timur untuk membangun Jerman kembali. Setelah kontrak kerja mereka selesai, para pekerja ini menolak untuk pulang ke negara mereka, bahkan mereka mendatangkan keluarga-keluarganya untuk tinggal menetap di Jerman. Berlin menjadi kota dengan jumlah komunitas Turki terbesar setelah Istanbul. Umat muslim dari Yugoslavia dan Iran pun berdatangan dan menetap di Jerman. Hal-hal tersebut membuat jumlah penduduk yang beragama Islam di Jerman mencapai lebih dari dua juta jiwa pada awal tahun 1990.

Sebagai negara tempat lahirnya aliran Kristen Protestan oleh Martin Luther, seorang pastur Jerman dan ahli teologi Kristen sekaligus pendiri Gereja Lutheran, gereja Protestan, pecahan dari Katolik Roma. Ternyata di negara ini Islam justru semakin pesat berkembang. Apa lagi setelah Jerman bersatu pada tanggal 3 Oktober 1990 sampai saat ini. Data terakhir yang didapat menunjukan bahwa jumlah muslim di Jerman sudah melebihi angka 3,2 juta jiwa atau 3,7 % dari seluruh jumlah penduduk Jerman.

Setelah Jerman bersatu Islam disebarkan oleh para mahasiswa muslim dari berbagai penjuru dunia. Para pekerja dan imigran yang kebanyakan berasal dari Turki, Bosnia, dan Iran terus berdatangan dan menetap di Jerman. Ekspansi besar-besaran yang dilakukan umat Islam di Jerman berbuah penambahan jumlah muslim dan berdirinya masjid-masjid baru di Jerman.

Saat ini ada 206 masjid di Jerman dan lebih dari 120 masjid sedang dalam proses pembangunan atau masih dalam rencana untuk segera dibangun. Salah satu masjid terbesar di Jerman adalah Masjid Merkez di Duisberg, Jerman. Selain untuk tempat beribadah dan mengaji, masjid juga berfungsi untuk mengadakan program pembinaan bagi generasi muda.

Komunitas Muslim Indonesia juga tak mau kalah, mereka mendirikan Masjid Al-Falah di pusat kota Berlin, yang lokasinya tak jauh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia. Ada 2500 mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studinya di Jerman, dan dari angkatan lama ke angkatan baru mereka secara bergantian mengurus Rumah Allah tersebut. Banjirnya pembangunan masjid di Jerman sempat membuat masyarakatnya khawatir akan aksi terorisme.

Sejak tragedi 11 September 2001, Pemerintah Jerman berusaha semakin intensif bagaimana komunitas Muslim Jerman dapat berintegrasi dengan masyarakat. Tumbuh pula keinginan dari sementara kalangan untuk mengenal lebih jauh agama ini. Sejumlah kegiatan pun diadakan, mulai dari seminar, diskusi, konferensi internasional, pentas budaya Islami, sampai mata pelajaran agama wajib di sekolah.

North Rhine Westphalia merupakan basis komunitas muslim di Jerman, dimana sepertiga dari populasi muslim Jerman tinggal di negara bagian ini. Di North Rhine Westphalia terdapat 150 sekolah umum yang memberikan pengajaran Islam bagi 13.000 siswa sekolah dasar sampai siswa kelas menengah pertama. Selain itu, sekitar 200 sekolah menawarkan kursus pelajaran agama Islam yang dibiayai oleh negara bagian dan organisasi muslim setempat.

Setiap tanggal 3 Oktober, seluruh masjid dan islamic center di Jerman mengadakan ‘open house’ bagi warga non muslim yang ingin mengenal lebih jauh tentang Islam. Hasil dari kegiatan rutin tahunan ini sangat memuaskan, tidak hanya pengetahuan dan perhatian masyarakat Jerman saja yang bertambah, tetapi juga jumlah mualaf yang meningkat.

Selain itu pemerintah Jerman juga memanfaatkan momen-momen keagamaan untuk melakukan pendekatan terhadap komunitas Muslim. Bahkan, Presiden Jerman Horst Kohler menyerukan agar Muslim jangan diperlakukan sebagai warga kelas dua. Ia menekankan pentingnya dialog untuk menekan terus berkembangnya fobia Islam di negeri itu.

Islam di India …

India adalah negara tempat lahirnya agama Hindu yang berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Sanātana Dharma artinya Kebenaran Abadi dan agama Budha yang dibawa oleh Sidharta Gautama. Agama Hindu diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.

Islam datang ke India dibawa oleh para Khulafaur Rasyiddin. Dimana pada tahun 16 H (636 M) Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan pasukan ke Persia di bawah pimpinan Saad bin Abi Waqas. Beliau berjuang selama 16 tahun, sampai akhirnya dapat menguasai seluruh Persia, Khurasan kemudian diteruskan ke India.
Pada masa Khalifah Usman bin Affan, dikirimlah Hakim bin Jabalah ke India, untuk menjelajahi mengenal negeri India yang luas itu.
Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, tahun 38 H (659 M) Al Harrits Murrah Al Abdi ke India untuk menyelidiki jalan-jalan India, ilmu pengetahuan dan adat istiadat India.

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa agama Islam masuk ke India pada abad ke-7. Yang selanjutnya agama Islam berkembang dengan pesatnya di India. Penyebaran Islam-pun dilanjutkan oleh para pedagang Islam India atau Gujarat yang membawa Islam ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Perkembangan Islam di India ditandai juga dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam yang masih bisa disaksikan peninggalannya hingga saat ini, seperti;

1. Kerajaan Sabaktakin
Kerajaan ini berdiri di Ghazwah wilayah Afganistan di bawah pimpinan Sultan Sabaktakin. Beliau mengembangkan agama Islam dan ilmu pengetahuan.
2. Kerajaan Ghazi
Kerajaan Ghazi didirikan oleh Aliudin Hudain bin Husain (555 H / 1186 M), di Furoskoh, lereng gunung Afganistan. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad Abdul Muzafar bin husain Al Ghazi. Beliau memberi kemerdekaan orang-orang Hindu dan menghargai para budak.
3. Kerajaan Mameluk
Raja dari budak belian ini menyebarkan agama Islam di India. Beliau mendirikan Masjid Raya di Delhi yang diberi nama ”Jami” dan menara yang tinggi dengan nama ”Qhutub Manar” sekarang menjadi objek wisata
4. Kerajaan keturunan Kilji
Kerajaan ini berdiri setelah menaklukan Kerajaan Mameluk. Sultannya bernama Alaudin dari Afganistan.
5. Kerajaan Taghlak
Kerajaan ini merupakan kerajaan terakhir di India sebelum datangnya bangsa Mongol. Diantara rajanya adalah Muhammad bin Taghlah dan Firus Syah.
6. Kerajaan Mongol Islam
Dengan para rajanya antara lain; Babur (1504-1530 M), Humayun (1530-1550 M), Akbar Agung (1556-1605 M), Jikangir (1605-1627 M) dan Syah Jihan (1627-1657 M) yang mencapai puncak kejayaannya. Syah Jihan membangun ”Taj Mahal” di Agra sebagai penghormatannya kepada permaisurinya yang cantik dan dicintainya. Pembangunan Taj Mahal menelan waktu selama 22 tahun dengan tenaga 20.000 orang

Jadi, di India pernah mengalami kejayaan Islam, meskipun begitu hingga saat ini umat Islam di India diposisi minoritas. Umat Islam di India saat ini diperkirakan sekitar 100 juta jiwa yang berarti India negara ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, setelah Indonesia dan Pakistan. Dimana diprediksi bahwa di atas tahun 2040 India akan menjadi kekuatan baru Islam yang terbesar di dunia.

Umat Islam dalam satu dekade terakhir ini menunjukan pertumbuhan yang pesat sekali. Data statistik menunjukan di antara tahun 1991 sampai tahun 2001 jumlah pemeluk Hindu di negara ini menurun drastis. Membuat media-media di India memperingatkan pemerintah untuk menyetop pertumbuhan umat Islam yang terus melaju ini.

Fakta dilapangan menunjukan satu keluarga Muslim diperkirakan rata-rata mempunyai lebih dari tiga anak, sedangkan pada keluarga Hindu rata-rata kurang dari tiga anak. Fakta berikutnya adalah banyak orang Hindu atau dari agama lain yang masuk Islam. Sementara sampai saat ini belum ditemui laporan seorang Muslim yang murtad di negara itu. Hal ini disebabkan kuatnya usaha dakwah di tanah India dan banyaknya rombongan dakwah yang bergerak di seluruh India. Sehingga orang Islam yang tinggal di pedalaman pun tetap terjaga agamanya dan suasana agama tetap hidup dipedalaman.

Sebagai tambahan perlu diketahui, bahwa di India pernah lahir para pemikir handal seperti, Muhammad Iqbal, Syah Waliullah, Muhammad Ali Jinnah, Sayyid Ahmad Khan, Abdul Kadir Azad dan Sayid Amer Ali.

Islam di RRC…

Negara Cina adalah tempat lahirnya agama Konghucu atau Kong Fu Tze alias Konfusius. Agama ini sebenarnya berawal bukan berupa agama, tetapi lebih berupa ajaran filsafat yang melanjutkan agama sebelumnya. Ajaran Konfusius awalnya dikenal dengan nama Rujiao yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Ajaran ini diasaskan pertama kali oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM di Chiang Tsai, Cina. Asas tersebut tercetus pada saat ia berusia 17 tahun. Beliau adalah seorang yang bijak sejak usia muda. Ia terkenal sebagai pencetus ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun. Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Ia meninggal dunia pada tahun 479 SM. Ajaran ini kemudian dikembangkan oleh muridnya Mensius ke seluruh daratan Cina dengan beberapa perubahan didalamnya. Dimana Kong Hu Cu kemudian disembah sebagai seorang dewa dan falsafahnya menjadi agama baru, meskipun dia sebenarnya adalah manusia biasa.

Beberapa tahun kemudian berawal dari interaksi antara Cina dan Arab sebenarnya sudah terjadi jauh sebelum Islam ada di dunia, sekitar abad ke-1 dan ke-2, para pedagang Arab bersama para pedagang lainnya telah sering datang ke Cina melalui jalur sutera (silk road) untuk berjual beli. Jalur sutera ini terbentang dari Cina sampai ke Konstantinopel di Turki. Sebagaiman sabda Rasulullah “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, karena pada waktu itu Cina telah sangat terkenal sebagai negeri yang sangat maju peradabannya.
Selanjutnya pada masa Khalifah Utsman bin Affan, beliau meminta secara pribadi kepada paman Rasulullah, Sa’ad bin Abi Waqqash, untuk membangun hubungan dengan negara Cina melalui misi berda’wah. Sahabat Sa’ad diterima dengan sangat baik oleh Kaisar Gaozong yang memimpin dinasti Tang, disaat itu Cina mencapai kejayaan peradaban. Sebagai bukti penerimaan yang sangat luwes terhadap Islam, Kaisar kemudian memerintahkan untuk membangun masjid di kota Guangzhou sebagai bentuk nyata penerimaan negara Cina kepada Islam. Masjid ini masih berdiri sampai sekarang dan dikenal sebagai Masjid Huaisheng (Memorial Mosque).
Islam terus berkembang pada masa dinasti Tang, dinasti Song dan dinasti Yuan, bahkan perkembangan ini sangat menggembirakan, dimana kaum muslim di Cina menguasai perdagangan impor dan ekspor lewat jalur sutera darat maupun laut, sehingga mereka selalu menjabat sebagai Direktur Jenderal Pelayaran. Pada masa dinasti Yuan-lah, perkampungan awal muslim di Cina disebut dengan Huihui lahir. Huihui artinya ‘tengah-tengah’, dari sinilah akhirnya muncul etnis Hui di Cina, etnis yang dominan beragama Islam puritan.

Bahkan pada masa itu peradaban Islam tumbuh pesat dan mewarnai kota-kota yang ada di Cina, gaya hidup orang Cina, juga dalam kungfu. Di Cina dikenal kungfu aliran muslim yang hanya diwariskan di pesantren-pesantren dan turun-temurun diantara kaum muslim yang terkenal akan harga dirinya {semoga masih ingat tulisan KFM tentang Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong)}.
Puncak peradaban Islam di Cina tercapai pada masa pemerintahan dinasti Ming, bahkan sejarah menyebutkan ada 6 Jenderal yang paling dipercaya Kaisar Pertama dinasti Ming adalah Muslim. Termasuk diantara Jenderal tersebut adalah Lan Yu Who yang berhasil menghentikan serangan tentara Mongol di Tembok Cina dan mengakhiri impian Mongol untuk menduduki Cina. Pada masa dinasti Ming ini pula, Laksamana Zheng He diperintahkan Kaisar untuk melakukan 7 ekspedisi ke Samudera Hindia pada tahun 1405 – 1433.
Laksamana Zheng He atau yang lebih dikenal dengan Laksamana Haji Muhammad Ma Cheng Ho atau Sam Po Kong alias Sampo Po Bo yang mempunyai nama asli Ma San Bao adalah seorang Cina Muslim, bangsawan etnis muslim Hui.

Tetapi pada akhir pemerintahan dinasti Ming, populasi muslim di Cina dibatasi, dan ketika pemerintahan dinasti Qing, kaum muslim mendapatkan perlakuan yang sangat buruk, mereka dilarang menyembelih hewan kurban, dilarang membangun masjid yang baru, dan dilarang untuk berhaji ke Mekah yaitu dengan menerapkan politik ’belah bambu’ dalam kalangan etnis di Cina.
Pemerintahan yang represif ini akhirnya membuahkan 5 pemberontakan etnis muslim Hui yang merasa mendapat tekanan dalam melaksanakan ibadah mereka. Untuk menekan kehidupan penduduk muslim, dinasti Qing tega membunuh sekitar 7 juta penduduk muslim pada tahun 1855 – 1877.
Pada tahun 1936 Partai Kuomintang memperkirakan penduduk muslim ada sekitar 48 juta jiwa, namun semenjak Mao Zedong berkuasa dengan PKC-nya (Partai Komunis Cina) maka jumlah itu tinggal 10 juta jiwa.
Tekanan dan kedzaliman terus dilakukan oleh pemerintah Cina semenjak tahun 1911 hingga sekarang oleh RRC membuat etnis muslim Uighur maupun etnis muslim Hui menjadi luar biasa tertekan. Di Xinjiang, walaupun daerah tersebut sangat kaya dengan minyak dan pariwisatanya, namun penduduk etnis muslim Uighur hidup dalam kemiskinan ditambah berbagai tekanan dalam ibadah mereka.

Walau demikian, warga muslim di Cina masih termasuk banyak, walaupun dibandingkan dengan jumlah penduduk Cina memang terlihat kecil. Islam di Cina sekarang sekitar 20 juta. Persentase terbanyak ada di provinsi Xinjiang yang terletak di barat laut Cina, disana muslim sebanyak 48%. Disebelah timur Xinjiang, propinsi Gansu sebanyak 8% dan sebelah timur Gansu yaitu propinsi Ningxia yang dihuni etnis muslim Hui menjadi mayoritas di propinsi tersebut. Selain tiga propinsi itu, terdapat propinsi lain yang juga dihuni oleh ratusan ribu muslim seperti propinsi Yunnan tanah asal Laksamana Zheng He (Cheng Ho), propinsi Hebei (propinsi yang terkenal sebagai tempat para pendekar), dan kota-kota seperti Guangzhou (kota tempat Masjid Huaisheng, masjid pertama di Cina), Beijing dan Shanghai.

Agama Islam di Cina tetap dapat berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut komunis. Jumlah muslim yang menunaikan Ibadah Haji tiap tahun selalu meningkat, data pada tahun 1994 menunjukan muslim Cina yang menunaikan haji mencapai 2000 orang.
Selain itu pada saat ini, kedudukan umat muslim dan kaum non-muslim mulai disama-ratakan, penduduk muslim bekerja di pelbagai bidang dalam masyarakat, mereka bersatu-padu dengan etnik yang lain dan telah memberi sumbangan yang besar terhadap pembangunan negara Cina.

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: