NAPAKTILAS KEMASYURAN KESULTANAN BANTEN III

Nizla Fatimah Mantiri 20 September jam 23:58 BalasLaporkan

Masjid Agung Banten
Pembangunan yang dimulai pada tanggal 5 Djulhijjah tahun 966 Hijriyah atau tahun 1569 M, yang kemudian di rampungkan oleh Sultan Maulana Yusuf. Masjid ini terletak di bekas ibukota Kerajaan Banten lama, 10 Km jaraknya dari sebelah utara kota Serang, Propinsi Banten. Masjid yang menempati tanah seluas 13 Ha, yang terdiri dari bangunan utama dan beberapa bangunan penunjang, seperti menara dan tiyamah, masjid ini juga memiliki atap berbentuk bujur sangkar yang di namakan kubah, yang tersusun makin keatas semakin mengecil. Atap yang berbentuk limas tersebut keseluruhannya berbentuk lima tingkat.
Pada sebelah selatan Masjid terdapat bangunan penunjang yang disebut Tiyamah, bangunan yang bergaya arsitektur Eropa dengan gaya arsitektur klasik Italia, denah berbentuk persegi panjang bertingkat dua, dimana merupakan hasil rancangan Hendrick Lucas Cardeel, arsitek Belanda yang masuk Islam. Karena jasanya, Sultan memberi gelar Pangeran Wiraguna kepada arsitek Belanda tersebut. Pada masa bangunan ini digunakaan sebagai Majelis Pertemuan para Ulama dan Penguasa untuk melakukan pembahasan masalah-masalah agama.
Menara merupakan penunjang Mesjid Agung Banten yang terletak dihalaman depan Masjid. Menara ini mempunyai ketinggian 23 meter. Pada zaman dahulu digunakan sebagai menara pandang ke lepas pantai. Menara Masjid Banten kini menjadi lambang bagi Pemerintah Propinsi Banten.
Disekitar lingkungan masjid terdapat juga makam para Sultan Banten dan Keluarga.

Museum Kepurbakalaan Banten
Terletak didepan bekas Keraton Surasowan yang dikelola oleh Kantor Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten. Di sana terdapat lukisan dua duta besar Keraton Banten yang dikirim ke Inggris pada tahun 1682. Dua utusan diplomatik itu adalah Kyai Ngabehi Wira Pradja dan Kyai Abi Yahya Sendana. Di depan halaman Museum nampak meriam Si Jagur yang unik karena di bagian penyulut sumbunya berhiaskan kepalan tangan yang jari jempolnya diselipkan di antara jari telunjuk dan jari tengah. Masih di depan halaman museum kita juga menjumpai Palangka Sriman Sriwacana (tahta Kerajaan Pajajaran). Karena mengkilap, orang Banten menyebutnya WATU GIGILANG. Kata Gigilang berarti mengkilap atau berseri.

Ziarah Makam
Komplek Makam Masjid Agung Banten (sebelah barat alun-alun Banten)
Disekeliling Masjid Agung terdapat makam para Sultan dan keluarganya serta pejuang Kesultanan Banten yang berjasa menyebarkan agama Islam. Disebelah kiri masjid Agung terdapat “Pasarean Panembahan Sabakingkin”. Berbaris dari ujung barat sampai ke timur, makam Sultan Abdul Fatah, Maulana Muhammad Nasruddin, Permaisuri Maulana Hasanuddin, Panembahan Surosowan, Sultan Abdul Fadal, Sultan An Nash Abdulkahar. Sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin.

Makam Keramat Bela/ Ki Buyut/ Shekh Tubagus Achmad
Merupakan makam salah seorang ulama besar yang juga sufi pada masa kesultanan Abu’l Mahasin Muhammad Zainul Abidin. Semasa hidupnya beliau selalu membela kaum yang lemah dan sekaligus penyebar agama islam.

Makam Sultan Pangeran Astapati/ Mulyasmara, Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen
Seorang tokoh agama islam di Banten yang diperkirakan berasal dari masyarakat Baduy yang masuk islam dan mengabadikan dirinya kepada Kesultanan Banten.

Makam Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir, Masjid Kenari, Desa Kenari, Kecamatan Kasemen
Terdapat juga makam ibundanya Sultan. Masjid Kenari merupakan bangunan kepurbakalaan islam dari masa Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qadir, Sultan Banten ke-4 yang didalamnya terdapat taman yang dulunya tempat beristirahat para keluarga Sultan. Lokasi masjid kurang lebih 7 km dari Kota Serang.

Makam Ratu Aisyah, Masjid Kasunyatan, Desa Kasunyatan Kecamatan Kasemen
Lokasi makam terdapat di samping bangunan masjid juga makam keluarga Kesultanan lainnya. Masjid Kasunyatan terletak kira-kira 2 km ke sebelah selatan Masjid Agung Banten. Masjid ini dahulu digunakan sebagai tempat berkumpulnya para Ulama dari berbagai daerah Nusantara untuk mempelajari dan memperdalam mengenai agama islam. Lokasi makam terdapat di samping bangunan masjid juga makam keluarga Kesultanan lainnya.

Makam Pangeran Arya Mandalika, Kampung Kroya Kecamatan Kasemen Pangeran Arya Mandalika adalah putra Sultan maulana Yusuf dari istri yang lain (bukan Permaisuri Ratu Khodijah). Pangeran Arya mandalika menjabat sebagai Panglima Perang merangkap Menteri Perlengkapan. Lokasi makam terletak di pingir jalan raya Banten, sebelum Keraton Kaibon.

Makam Sultan Maulana Yusuf, desa Pekalangan Gede, Kecamatan Kasemen
Beliau merupakan Sultan Banten ke-2 yang memimpin kerajaan Banten dari tahun 1570 – 1580. Beliau adalah putera dari Sultan Maulana Hasanuddin. Beliau banyak berjasa di bidang pertanian.
Lokasi makam terletak di tengah areal persawahan, tak jauh dari jalan raya menuju ke Banten Lama. Jarak yang ditempuh dari pusat kota Serang menuju lokasi kompleks makam adalah sekitar 6 km.

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: